Johan Desak Pemerintah Fokus Perhatikan Kesejahteraan Petani, Karena PDB Pertanian Naik

oleh

JAKARTA, LENSAJAKARTA.COM- Anggota Komisi IV DPR RI, H Johan Rosihan, ST menyatakan bahwa pada saat ini sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif selama kuartal II tahun 2020 di saat semua sektor lainnya mengalami pertumbuhan negatif bahkan sektor pertanian meningkat paling tinggi dibandingkan sektor lainnya, termasuk nilai ekspor pertanian meningkat pada saat terjadi penurunan ekspor pada hampir seluruh sektor, namun jika melihat indikator kesejahteraan petani terlihat perkembangan nilai tukar petani yang terus menurun pada saat ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Atas situasi ini, Johan mendesak pemerintah untuk lebih fokus memperhatikan nasib petani dan membuat orientasi pembangunan pertanian ke arah perbaikan kesejahteraan petani.

“NTP adalah indikator kesejahteraan petani, semakin tinggi NTP relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani”, ujar Johan melalui siaran pers yang diterima media ini, Rabu (12/08/2020).

Politisi PKS ini menguraikan sejak tahun 2020 NTP selalu mengalami penurunan pada bulan yang sama dibandingkan tahun sebelumnya, contohnya pada bulan Juli 2020 NTP nasional sebesar 100,09 yang jauh lebih rendah dibandingkan NTP Juli 2019 yang sebesar 102,63.

Johan mengungkapkan, perbandingan ini menunjukkan indikator penurunan tingkat kesejahteraan petani karena menggunakan tahun dasar yang sama.

“Jadi pemerintah harus betul-betul mengerti mengapa kondisi petani makin memprihatinkan pada saat sektor pertanian telah menunjukkan pertumbuhan positif pada masa pandemi ini ketika pertumbuhan ekonomi kita minus 5,32%,” tukasnya.

Legislator dari dapil NTB 1 ini ingin menekankan pada pemerintah bahwa hakikat dari pembangunan pertanian adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sektor pertanian, dan saat ini telah terbukti pertanian memiliki peranan besar untuk menyelamatkan kondisi perekonomian bangsa kita.

“Indikator keberhasilan pemerintah ke depan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi namun juga ditentukan oleh peningkatan pendapatan petani yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Tingkat kesejahteraan petani meningkat apabila daya beli pendapatan dari usaha tani meningkat,” sebut Johan.

Wakil rakyat dari Pulau Sumbawa ini mengingatkan pemerintah dalam kondisi ekonomi di ambang resesi ini maka pentingnya kebijakan pertanian untuk menjaga stabilitas harga petani pada tingkat yang sesuai serta meningkatkan daya beli petani dan pendapatan rumah tangga petani.

“Pada Juli 2020 telah terjadi penurunan indeks konsumsi rumah tangga di Indonesia sebesar 0,13 persen yang disebabkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran makanan dan minuman. Jadi dengan situasi ini, kebijakan ekonomi pertanian yang diterapkan harus menggairahkan kelangsungan usaha tani dan peningkatan produksi pertanian yang bermuara pada terciptanya kesejahteraan petani,” tutup Johan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one + five =