BAZNAS Bazis DKI Jakarta Gandeng PPKPI Pasar Rebo Adakan Pelatihan Kerja Teknik Pendingin Ruangan

oleh

JAKARTA,LENSAJAKARTA.COM – Di Indonesia, adanya pandemi virus Covid-19 telah menyebabkan berbagai macam persoalan serius di seluruh lini sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari persoalan ekonomi, sosial, politik, hingga ketenagakerjaan.

Kepala Disnakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan PPKPI Pasar Rebo bersama BAZNAS Bazis DKI Jakarta. Sebab, meski saat ini masih dalam suasana pandemi namun kegiatan pelatihan kerja dapat tetap digelar dan berjalan lancar.

“Tentu kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan bagi warga yang belum bekerja,” ujar Andri Yansyah, Rabu (29/07/2020) saat membuka kegiatan ini di Aula PPKPI, Pasar Rebo.

Oleh karenanya, berbagai pihak baik dari pemerintah maupun swasta termasuk badan ZIS berusaha untuk membantu mereka yang terdampak langsung pandemi Covid-19.

BAZNAS Baziz DKi Jakarta mencoba menyalurkan ZIS nya dengan cara memberikan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti salah satunya, Pelatihan yang dilaksanakan oleh BAZNAS Bazis DKI Jakarta yang bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri (PPKPI) DKI Jakarta.

“Terkait pelatihan yang dilaksanakan kerjasama antara BAZNAS Bazis DKI Jakarta,  ini pelatihan yang keempat dimana sebelumnya sudah di tiga wilayah, yang kemudian hari ini di Jakarta Timur. Pelatihan ini dibagi 2 grup masing-masing 20 orang dan dilaksanakan hanya 5 hari untuk pola pembersihan air conditioner (AC/Teknik Pendingin). Targetnya kita memang untuk memberi kesempatan para pencari kerja dan kita kerjasama dengan Disnakertrans DKI Jakarta,” jelas Wakil Ketua III BAZNAS Bazis DKI Jakarta, Rini Suprihartanti kepada media, Rabu (29/07/2020).

Rini menjelaskan, setelah pelatihan ini, nantinya akan dibuat grup dan kemudian kita arahkan untuk punya program-program, seperti kerjasama dengan masjid maupun unit-unit kerja dilingkungan Pemrov DKI Jakarta, bahkan mungkin bisa mempunyai unit usaha sendiri.

“Pelatihan itu adalah suatu yang experience dimana 80% itu dilakukan praktek dan ada pendampingan juga dari instruktur dan pada pelatihan disini, mereka juga sudah berhubungan dengan alat dan nanti bila sudah dilapangan dia akan berhubungan dengan masalah. Artinya, kalau sudah dengan masalah, dia sudah mempraktekkan apa yang sudah diajari disini,” ujarnya.

Rini melanjutkan, pada pelatihan ini juga dilakukan penggemblengan mental, sisi kedisiplinan juga harus ditanamkan, agar nantinya dapat melahirkan para wirausahawan dengan unit tersendiri.

Ditempat yang sama, Kepala Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri (PPKPI) DKI Jakarta, Budi Karlia Setiyanto menambahkan, untuk saat ini PPKPI tidak mengalokasikan anggaran kegiatan pelatihan, sebab untuk sementara anggaran APBD, termasuk di PPKPI dialokasikan untuk penanganan pencegahan pendemo Covid-19.

“Kita tidak bisa melakukan kegiatan pelatihan. Namun demikian kita berusaha kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan sesuai anjuran dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dalam rangka memberikan keterampilan kepada masyarakat Jakarta,” ujarnya.

Seperti diketahui, kegiatan ini diikuti 40 peserta yang akan dibagi ke dalam dua gelombang. Pelatihan ini digelar Rabu (29/07) dan akan berakhir pada Rabu (05/08) mendatang ini merupakan kerjasama dengan BAZNAS Bazis DKI Jakarta dalam hal anggaran.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − three =