Dandim 0504/JS : Mari Bangun Kesadaran Prokes Dalam Menjalankan Pemulihan Ekonomi

oleh

JAKARTA, LENSAJAKARTA.COM – Saat ini penanganan Covid-19 harus seimbang dengan penanganan pemulihan ekonomi dan hal ini juga dapat diseimbangkan dengan kegiatan masyarakat secara umum. Namun begitu, masyarakat sendiri harus tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan proses pemulihan ekonomi.

“Protokol kesehatan itu sekarang ini masih sangat penting, artinya masyarakat sendiri harus membatasi kegiatan secara mandiri dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Bila kita mau bertemu, ya pertemuan secara terbatas saja,” ujar Komandan Kodim (Dandim) 0504/JS, Kolonel Inf. Ucu Yustiana, kepada media di Makodim 0504/JS, Rabu (17/03/2021).

Ia menambahkan, pihaknya di Kodim juga sudah semaksimal mungkin dengan 3 pilar untuk membantu pemerintah dalam penanganan memutus rantai penyebaran Covid-19, kemudian dari tingkat RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan terus mengedukasi masyarakat dan juga berusaha untuk membagikan masker.

“Namun disayangkan, begitu masker dibagikan ke masyarakat, masyarakat kurang peduli untuk memakainya. Jadi pada saat ada petugas saja dipakai, setelah tidak ada petugas, masker tidak dipakai lagi. Dan inilah masyarakat harus lebih diedukasi, betapa pentingnya masker dipakai, ya sebagai kesehatan dan juga protokol kesehatan. Kami (anggota) tidak henti-hentinya mengedukasi dari siang sampai malam sekarang tinggal kesadaran masyarakat yang diperlukan,” ucapnya.

Memang tidak dipungkiri katanya, di masa pandemi ini masalah ekonomi juga mempengaruhi perilaku masyarakat secara individu maupun secara bergerombol/kumpulan, makanya itu timbul gesekan sedikit saja bisa jadi besar.

“Nah, disinilah peran dari para ketua ataupun tokoh dalam kumpulan agar dapat menyelesaikan secara damai dengan kepala dingin tidak harus bentrok/ tawuran, sehingga menimbulkan korban jiwa. Ga elok rasanya sampai bentrokan ada korban jiwa,” ungkapnya.

Diakuinya, untuk wilayah hukum di Jakarta Selatan, peristiwa bentrokan warga maupun ormas tidak terlalu banyak, tidak semasif dibandingkan tempat yang lain, hal ini mungkin karena tingkat kesadaran masyarakat di Jakarta Selatan sudah tinggi.

“Alhamdulillah, untuk wilayah hukum di Jakarta Selatan kita bisa selesaikan. Saya dengan Kapolres juga selalu berkoordinasi kalau terjadi seperti itu, sehingga kita rangkul bersama-sama.

Terkait vaksin, dirinya juga meminta agar bersama mengedukasi masyarakat untuk kesadaran di vaksin, apalagi pemerintah juga sudah mencanangkan vaksinasi secara nasional. Dan pencanangan vaksin sudah dilakukan mulai dari tenaga kesehatan (nakes), ASN, TNI/Polri, pegawai BUMN dan kemudian baru lansia.

“Kami khususnya dari Kodim banyak mendapat masukan dari bawah, bahwa banyak lansia-lansia yang tidak mau untuk di vaksin, mungkin dari faktor internal (keluarga, red) yang tidak mengijinkan. Itulah, kesadaran ini yang harus kita edukasi, vaksin ini penting dalam rangka mencegah, supaya kalau terpapar Covid-19 juga tidak terlalu parah, terutama kan kelompok-kelompok rentan, termasuk lansia yang perlu kita lindungi, sebab apabila mereka kena, akibatnya bisa fatal,” tandasnya.

Seperti kita ketahui katanya, vaksin sudah siap dimasing-masing wilayah hingga tingkat kecamatan atau tempat yang sudah ditunjuk untuk melaksanakan vaksinasi seperti Puskesmas maupun RSUD, namun kesadaran vaksinasi ini yang masih sangat kurang.

“Vaksin ini aman, halal dan BPOM maupun MUI sudah mengeluarkan pernyataan terkait penggunaan vaksin. Sekali lagi, vaksin ini Aman dan Halal,” tegasnya.

Selain itu dijelaskan juga, bahwa hampir seluruh anggota di Makodim 0504/JS sudah hampir semua personil mengikuti vaksin. Rencananya setelah itu baru pegawai sipil yang bertugas di Kodim 0504/JS di vaksin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 − one =