FJP2 dan Jawara Gelar Pelatihan Jurnalistik dengan Nuansa Kafe

oleh

Bandung — Forum Jurnalistik Peduli Publik (FJP2) bersama Jaringan Wartawan Bhayangkara (Jawara) dan Jawara Riders (Komunitas Bikers)
menggelar pelatihan jurnalistik
di Karamba Kafe yang berlokasi di Jl. Sultan Tirtayasa No.26 Bandung pada Minggu (15/3/2020).

Acara ini dihadiri antara lain nara sumber Salgania Putrinindra dan Serma Candra Manggala perwakilan dari Sektor 22 Citarum Harum.

Dalam paparannya Salgania Putrinindra dari Lebar Media Group mengatakan, wartawan wajib memahami dan menguasai dasar-dasar jurnalistik (basics of journalisme) agar menjalankan aktivitas jurnalistik dengan baik dan benar.

“Wartawan profesional tidak sekadar bisa nulis berita, tapi juga memahami dan mentaati aturan yang berlaku di dunia jurnalistik, terutama Kode Etik Jurnalistik. Saya menyebut tips ini sebagai pedoman dasar dan standar dalam menulis berita,” ujar Salgania dihadapan peserta.

Lebih lanjut katanya, setelah menguasainya dengan baik, dipraktekkan terus-menerus, dirinya jamin kemampuan menulis para wartawan akan berkembang dan bisa menulis berita seperti para wartawan profesional.

“Seperti kita ketahui bersama, rumus menulis berita standar ini berdasarkan elemen atau unsur berita 5W+1H (Who, What, When, Where, Why, How) atau Siapa, Apa, Kapan, Di Mana, Kenapa, Bagaimana,” ujarnya.

Salgania menambahkan, berita adalah laporan peristiwa atau catatan tentang sebuah kejadian. Sebuah peristiwa dipastikan mengandung keenam unsur berita tersebut, who-Siapa terlibat dalam peristiwa, pelaku, korban, pemeran utama, peran pengganti, figuran, orang, lembaga, organisasi, dsb.

“what-apa yang terjadi, kejadian apa, acara apa?, When – Kapan kejadiannya, unsur waktu. Biasa ditulis, misalnya, Senin (22/4). Where-Dimana kejadiannya, tempat acaranya di mana, unsur tempat. Biasa ditulis, misalnya, “di Depan Gedung Sate Jln Diponegoro Bandung” atau “di Kampus UIN Bandung,” ulangnya.

Diterangkan lagi, Why-kenapa terjadi demikian, apa penyebabnya, apa latar belakangnya, apa tujuannya, mengapa itu dilakukan, dan sebagainya. How-bagaimana proses kejadiannya, apa saja acaranya, siapa saja pembicaranya, ada polisi gak, rusuh gak, damai-damai saja, diguyur hujan, pemateri ngomong apa saja, dsb.” terangnya.

“Ini hanyalah dasar menulis berita untuk mempermudah Anda yang sedang belajar membuat berita,” ungkap Salgania.

Sementara itu, Serma Candra Manggala yang mewakili Dansektor 22 Citarum Harum mengungkapkan, bahwa jurnalis bisa bekerjasama dengan sektor-sektor di Citarum Harum untuk membantu mengurangi sampah-sampah yang ada di sungai Citarum. Selain itu disinggung juga mengenai pesan tentang wabah virus corona agar kita semua menjaga kebersihan, kesehatan diri dan juga lingkungan sekitar.

“Jurnalis adalah bagian dari mitra kerja dalam membantu mengatasi permasalahan permasalahan sampah yang selama ini menjadi PR buat dansektor,” kata Chandra.

Ditempat yang sama, Iwa selaku Dirut Lebar Media Group menambahkan, pada kegiatan ini, para peserta di tugaskan untuk mempraktekkan langsung.

“Seperti yang di jelaskan narasumber sebelumnya, cara-cara membuat karya jurnalistik dengan unsur 5W H1 ( what, why, when, who, where dan how). Dan semoga dalam pertemuan ini semoga menjadi kan dampak positif dan sebagai wartawan tahu akan kode etiknya,” ucap pria yang juga Pemimpin Redaksi Lensajabar.

Repoter : Laela Jawara
Editor : Mukarromah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 − 9 =