Jalan Tol KLBM Seksi 1 – 3 (Krian – Legundi – Bunder) Telah dioperasikan

oleh

JAKARTA, LENSAJAKARTA.COM – PT Waskita Toll Road (WTR) terus melanjutkan upaya terbaiknya dalam
menghubungkan konektivitas pembangunan infrastruktur Jalan Tol di Indonesia. Setelah berhasil membangun dan mengoperasikan jalan tol sepanjang 368 Km.

Kini PT Waskita Toll Road melalui Badan Usaha Jalan Tol PT Waskita Bumi Wira (WBW) segera menghadirkan jalan tol yang berada di timur pulau Jawa yakni jalan tol Krian – Legundi – Bunder – Manyar (KLBM) sepanjang 29 Km.

“Jalan Tol yang hari ini dioperasikan terdiri dari 3 Seksi yakni Seksi 1 sepanjang 9,77 kilometer yang menghubungkan Gerbang
Tol Lebani Gresik (Krian) menuju Gerbang Tol Belahanrejo, Seksi 2 sepanjang 13,205 kilometer yang menghubungkan Gerbang Tol Belahanrejo menuju Gerbang Tol Cerme, dan Seksi 3 sepanjang 6,025 kilometer yang menghubungkan Gerbang Tol Cerme menuju Gerbang Tol Bunder Gresik sehingga total panjang yang siap dioperasikan sepanjang 29 kilometer,” jelas Direktur Utama WBW Ir. Herwidiakto, M.Tech dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/11).

Direktur Utama WBW Ir. Herwidiakto, M.Tech mengatakan, dengan dioperasikannya jalan tol KLBM Seksi 1 – 3 (Krian – Legundi – Bunder) ini diaharapkan akan menjadi urat nadi logistik dari Kabupaten Sidoarjo menuju Kabupaten Gresik dan sebaliknya.

“Jika sebelumnya pengguna tol dari arah Mojokerto menuju ke arah Gresik harus memutar Jalan Tol Trans Jawa melewati Kota Surabaya dengan memakan waktu 1 jam 30 menit maka dengan adanya Jalan Tol KLBM ini diharapkan mampu mengurangi jarak tempuh dari pengguna tol tersebut yang hanga memakan waktu 35 menit,” terang Herwidiakto.

Sementara Jalan Tol KLBM ini belum terkoneksi dengan jalan tol Sumo dan Kebomas yang sampai dengan saat ini masih dalam proses konstruksi.
WBW selaku BUJT pemilik konsesi dan pengelola ruas tol bersamaan dengan adanya pandemik virus Covid 19 tetap melakukan protokol pencegahan penyebaran Virus Covid 19.

“Pihak Waskita Toll Road maupun Waskita Bumi Wira tetap memperhatikan tingkat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap proyek pembangunan ruas tol,” jelasnya.

Editor : Mukarromah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − 4 =