Terkait Pembebasan Lahan Proyek Tol Desari, 57 Warga Musyawarah di Kelurahan PJB

oleh

DEPOK, LENSAJAKARTA.COM – Warga kelurahan Pangkalan Jati Baru (PJB) pada hari Selasa (10/11) melaksanakan musyawarah terkait pembebasan lahan proyek Tol Depok-Antasari (Desari) yang bertempat di kantor kelurahan Pangkalan Jati Baru, Cinere, Depok.

Lurah PJB, Sugianto saat ditemui wartawan menyampaikan, musyawarah dilaksanakan untuk membicarakan bentuk ganti rugi dan pihaknya hanya memfasilitasi antara warga pemilik lahan dengan pihak Kantor Pertanahan/BPN Kota Depok dan juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari PUPR.

“Ganti rugi yang diberikan bisa berupa uang, juga bisa tanah pengganti atau hal lain yang disepakati. Namun pada umumnya, mereka minta ganti rugi dalam bentuk uang,” jelas Sugianto, Rabu (11/11) di kantornya.

Sugianto menjelaskan, ganti rugi tersebut juga berdasarkan keputusan dari tim appraisal (penilaian), berdasarkan zonasi. Dan dari pihak BPN Kota Depok, adalah nilai yang sudah final.

“Jadi, kalau warga setuju nilai yang tercantum, langsung diadakan Penanggulangan berita acara. Bila ada yang tidak setuju, akan diberi waktu 14 hari untuk mengajukan keberatan. Dari 57 yang hadir pada musyawarah warga kelurahan PJB, termasuk ada 7 orang dari kelurahan Gandul,” ujar Lurah yang sudah menjabat 4 tahun di Kelurahan PJB.

Menurutnya, pada prinsipnya semua warga tidak keberatan. Namun yang mereka tunggu, kapan kejelasan waktunya untuk diproses, karena prosesnya sudah lama, hampir 3 tahun.

“Hingga saat ini, yang sudah terima ganti rugi sudah ada 15 orang dengan 15 bidang yang sudah di bayar, diluar dari 57 diatas. Pada prinsipnya, dalam hal ini, kami hanya membantu proses kelengkapan administrasi,” ucapnya.

Seperti diketahui, pembebasan lahan warga ini diperuntukkan pelebaran jalan arteri/ penunjang untuk keluar masuk tol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 3 =