Jelang Mukhtamar IX PPP, Keinginan DPC-DPC Dilibatkan Sebagai Suara Akar Rumput

oleh

JATENG, LENSAJAKARTA.COM – Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) akan menggelar Muktamar IX pada Desember 2020, suara-suara maupun dinamika politik menjelang muktamar pun mencuat, mulai dari tingkat DPC hingga DPP PPP.

Ketua DPC PPP Jepara Taj Yasin Maimoen saat dihubungi melalui sambungan telepon mengatakan, PPP harus tetap berbenah, karena tahu PPP kan harus berjuang keras untuk di tahun 2024 dan bertahan untuk menjadi salah satu partai di Indonesia.

“PPP butuh dekat dengan masyarakat dan PPP ini kan berbasis kalangan muslim, sehingga memang kami berharap nanti yang maju menjadi ketua umum bisa dekat dengan tokoh-tokoh atau simbol-simbol fusi berdirinya dari PPP itu sendiri, termasuk NU, Muhamadiyah, Persis dan lain sebagainya,” ungkap pria yang akrab di sapa Gus Yasin.

Masih kata Gus Yasin, terkait siapa figur yang akan menakodai PPP kan ada kader-kader dari internal partai, seperti Akhmad Muqowam, UU Ruzhanul Ulum, ada Arwani Thomafi yang masih muda-muda itu.

“Kami berharap siapa saja nanti yang diusulkan bisa bersinergi, yang menjadi hal utama adalah membesarkan partai. Dan bagi yang menang di Muktamar nanti bisa merangkul semuanya dan semua yang ikut kontestasi, entah itu pak Plt, pak Mardiono ataupun yang lain, ikut mendukung pemenang Muktamar,” imbuh Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Terkait dengan adanya kader eksternal yang di gadang-gadang maju menjadi Caketum PPP, beliau menanggapi bahwa yang penting mengikuti AD/ART saja.

“Kalau memang bisa memungkinkan, ya monggo-monggo saja. Tapi menurut saya, lebih mendahulukan kader internal saja, banyak kok tokoh-tokoh itu. Apalagi yang muda-muda itu didorong,” ujar putra almarhum KH Maimoen Zubair ini.

Lebih lanjut katanya, sosok Zainut Tauhid bisa juga, sudah waktunya, beliau kader yang pengalaman dan sudah banyak berjuang di partai.

“Sebagai kader partai, saya hanya berpesan dan mengajak untuk kembali kepada azas Partai Persatuan Pembangunan yakni, Amar makruf nahi mungkar, artinya semua kebijakan dari pemerintah maupun partai itu harus mengikuti itu,” ucap pria kelahiran Rembang ini.

Mengenai pelaksanaan Muktamar nanti, dirinya dan juga beberapa Ketua DPC PPP lain berharap dapat dilibatkan.

“Kami berharap, dilibatkan dan ikut hadir serta juga dapat memberi masukan gedung-gedung atau tempat yang bisa digunakan untuk kegiatan Mukhtamar dimasa pandemi Covid-19,” ucapnya.

Selain itu katanya, Muktamar adalah majelis musyawarah tertinggi jadi kalau DPC-DPC tidak dilibatkan, bisa tidak baik. Apalagi nanti dalam Muktamar tersebut ada sesi dimana porsi DPC dalam pembahasan AD/ART di sidang-sidang komisi di Mukhtamar. Sebab, itu menyangkut suara akar rumput kader partai.

“Seperti kita sendiri kader maupun tokoh-tokoh yang ada di kabupaten/kota di seluruh Indonesia pasti ingin menyuarakan. Dan seperti saya sebagai Ketua DPC mendengarkan langsung apa yang dikehendaki masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × five =