Jamkrida Jakarta Gelar RUPS Tahun Buku 2019

oleh

JAKARTA, LENSAJAKARTA.COM- PT. Penjaminan Kredit Daerah Jakarta (PT. Jamkrida Jakarta) selenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku 2019 di kantor PT Jamkrida Jakarta, Gedung Dinas Teknis, Jl Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (30/06/2020).

Direktur Utama PT Jamkrida Jakarta, Chusnul Ma’arif menjelaskan, jumlah UMKM terjamin pada tahun 2019 sebanyak 43.447 UMKM atau turun sebesar 10 persen dari tahun 2018 sebanyak 48.116 UMKM. Faktor menurunnya jumlah UMKM, salah satunya karena program Ok Oce sudah tidak ada.

“Namun, untuk jumlah tenaga kerja justru ada kenaikan sekitar 22 persen dari sebelumnya, yakni yang berjumlah 162.175 ribu tenaga kerja. Sedangkan tahun sebelumnya berjumlah 133.365,” ungkap Chusnul saat ditemui awak media diruang kerjanya, Rabu (01/07/2020).

Masih menurut Chusnul Ma’arif, RUPS Tahun buku 2019 ini dihadiri 100 persen para pemegang saham. Dari pemerintah provinsi DKI Jakarta dihadiri oleh Sri selaku Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta serta dari PD Pasar Jaya diwakili oleh Direktur Administrasi dan Keuangan, Ratih Mayasari.

“Saat ini Jamkrida merupakan pemegang saham mayoritas dan rapat tersebut juga menyetujui laporan tahunan keuangan 2019,” ucapnya.

Ditambahkan Chusnul, laba usaha tahun 2019 sebesar Rp 9,8 miliar, sedangkan untuk tahun 2018 sebesar Rp 8,432 miliar, naik 12 persen. Selain itu, RUPS ini juga menetapkan penghasilan direksi yang ditentukan oleh para pemegang saham.

Dikesempatan yang sama juga Chusnul menyampaikan pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 ini hampir seluruhnya. Namun begitu ada kegiatan bisnis UMKM beralih ke basis online, tapi itu tidak semuanya, karena tidak semua pelaku UMKM paham teknologi digital.

“Ketidakpahaman para pelaku UMKM tentang teknologi digital itu yang menjadi kendala dan akhirnya berusaha apa adanya. Jadi hanya sebagian kecil saja yang dapat beradaptasi dengan teknologi digital. Dan dampak dari pandemi Covid-19 ini menjadi pembelajaran bagi semua stakeholder, termasuk perbankan juga perusahaan-perusahaan yang langsung berinteraksi dengan UMKM. Jadi penguasaan teknologi digital harus menjadi biasa. Inilah yang bisa menolong, artinya perbankan bersama industri keuangan non bank lainnya bisa mensosialisasikan ini. Artinya teknologi handphone tidak hanya untuk kepentingan komunikasi saja (telpon atau WhatsApp, red), namun dapat dipergunakan untuk kegiatan bisnis, seperti mengiklankan produk dan lainnya,” papar Chusnul.

Seperti diketahui, PT. Penjaminan Kredit Daerah Jakarta (PT. Jamkrida Jakarta) adalah Badan Usaha Perseroan Terbatas milik Pemprov DKI Jakarta yang melaksanakan kegiatan usaha dibidang penjaminan kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

(Mukarromah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *