oleh

JAKARTA, LENSAJAKARTA.COM- Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban tinggal satu hari lagi yang jatuh pada Jum’at (31/07/2020). Bagi peternak dan pedagang hewan kurban terus menjajakan hewan kurbannya. Diprediksi, omzet penjualan hewan kurban sapi diprediksi turun tahun ini, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena pandemi Covid-19.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Johan Rosihan saat dihubungi melalui jaringan WhatsApp menyampaikan, ini kali pertama pelaksanaan Idul Adha 2020 dilakukan di masa pandemi Covid-19.

“Pedagang hewan kurban juga terdampak pandemi Covid-19 ini, itu karena protokol Covid-19 dari Kementerian Agama (Kemenag) RI yang mewajibkan penyembelihan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Nah, kalau sebelumnya kan penyembelihan hewan Kurban dilakukan di rumah, kantor atau tempat masing masing, tapi sekarang dengan protokol Covid-19 wajib di RPH, ya pasti meningkatlah,” urai anggota DPR RI periode 2019-2024, dapil Nusa Tenggara Barat I.

Namun begitu, situasi dan kondisi Sumbawa relatif aman dan masyarakat dalam kondisi baik baik saja, baik dalam aktifitas harian maupun menyambut lebaran Kurban

“Kita sebagai masyarakat Indonesia maupun masyarakat NTB khususnya, harus tetap jaga kesehatan, ikuti anjuran pemerintah seperti jarak jarak, pakai masker, cuci tangan maupun menggunakan Hand Sanitizer serta selalu menerapkan¬†Pola Hidup Sehat,” ungkap pria kelahiran Sumbawa, NTB.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *