Empat Protokol Disiapkan PTPP Hadapi New Normal

oleh

JAKARTA. PT PP Tbk (PTPP) telah mempersiapkan protokol skenario normal baru atau yang dikenal dengan new normal di tengah pandemi virus Covid-19. Penerapan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri BUMN dalam surat edaran yang tertuang Nomor S-336/MBU/05/2020 tanggal 15 Mei 2020 tentang Antisipasi Skenario The New Normal Badan Usaha Milik Negara.

Untuk mendukung program Pemerintah tersebut, PTPP telah membentuk tim Task Force New Normal. Skenario new normal PTPP dibagi menjadi empat protokol yaitu: Working From Office (WFO), Working From Home (WFH), Working From Project (WFP) dan Working From Site (WFS). Protokol tersebut dibuat dengan tujuan untuk memastikan seluruh aktivitas operasi PTPP baik di kantor, rumah, proyek, dan anak perusahaan beserta afiliasi dapat berjalan dengan baik dan optimal.

Direktur Utama PTPP Lukman Hidayat mengatakan manajemen optimistis dapat melaksanakan new normal di lingkungan kerja PTPP. Manajemen PTPP berharap dengan dilaksanakannya new normal ini dapat mendorong proses pemulihan ekonomi Indonesia di mana tahapan pemulihan ini rencananya akan diterapkan oleh pemerintah dalam beberapa fase.

“Saat ini, PTPP telah bersiap menghadapi kehidupan normal baru di lingkungan perusahaan dengan melakukan sosialisasi terhadap empat protokol yang telah disiapkan tim Task Force kepada seluruh manajemen dan karyawan perusahaan. Selain itu, protokol tersebut juga akan disosialisasikan kepada pelanggan, pemasok, mitra dan stakeholders perusahaan lainnya”, ujar Lukman Hidayat dalam rilis, Rabu (3/6/2020).

Dalam menghadapi new normal, PTPP terus mengembangkan teknologi digital melalui platform terbaru agar dapat mudah diakses oleh segenap insan perusahaan. PTPP meyakini dengan era new normal ini, perkembangan teknologi digital menjadi kebutuhan utama guna menjalankan aktivitas operasi dan roda perekonomian di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Untuk mendukung program new normal, PTPP akan meluncurkan icon PP Ranger dengan kampanye #SiaPPBerubah. (Ktn/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *