Dirut Jamkrida Jakarta : Dampak Covid -19 Terhadap Industri Penjaminan Yang Besar Berasal dari Industri Perbankan

oleh

JAKARTA, Dampak buruk pelambatan perekonomian akibat penyebaran virus corona saat ini hampir terjadi di segala sudut ekonomi. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BI telah mengeluarkan kebijakan stimulus yang diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk tersebut dengan relaksasi.

Namun relaksasi dari OJK terkait perusahaan penjaminan memang belum, karena yang diatur itu hanya bagi industri besar, seperti perbankan, asuransi dan pembiayaan. Karena tiga itu yang menyalurkan pinjaman secara langsung dan memang skala bisnisnya besar, sementara di industri penjaminan masih kecil.

“Hal ini karena kita baru tumbuh. Perusahaan penjaminan tergantung dari relaksasi yang diberikan OJK kepada perbankan, yaitu misalnya melalui restrukturisasi,” jelas Direktur Utama Jamkrida Jakarta, Chusnul Ma’arif, kepada lensajakarta.com di kantornya.

Lebih lanjut Chusnul menjelaskan, untuk debitur UMKM, bank dapat menerapkan dua kebijakan stimulus. Pertama yakni penilaian kualitas kredit, pembiayaan dan penyediaan dana Iain berdasarkan ketepatan membayar pokok atau bunga. Dan yang kedua, bank juga bisa melakukan restrukturisasi kredit atau pembiayaan UMKM, dengan kualitas yang dapat Iangsung menjadi Iancar setelah dilakukan restrukturisasi kredit.

Di kesempatan tersebut juga Chusnul mengutarakan, bahwa Minggu kemarin dirinya telah melakukan komunikasi melalui VC bersama  OJK dan Asosiasi Perusahaan Penjaminan.

Ada beberapa hal yang dibahas dalam komunikasi terbatas tersebut yakni, fokus relaksasi OJK pada industri perbankan, industri asuransi, industri pembiayaan.

“Dampak Covid-19 terhadap industri penjaminan yang besar berasal dari industri perbankan, karena kreditnya yang dijamin” ucapnya.

Sementara untuk relaksasi perbankan antara lain melakukan relaksasi kredit yang terdampak. Dengan demikian tidak terjadi klaim kredit kepada perusahaan penjaminan. Ini dampak langsung yg dirasakan oleh masyarakat.

“Nanti akan ada pelonggaran terhadap Peraturan OJK terkait proporsi penjamian produktif dengan kredit konsumtif,” ungkapnya.

(Mukarromah)

One thought on “Dirut Jamkrida Jakarta : Dampak Covid -19 Terhadap Industri Penjaminan Yang Besar Berasal dari Industri Perbankan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × three =